PERBANDINGAN UAV DAN TERRESTRIAL LASER SCANNER DALAM PERHITUNGAN TONASE BATUBARA PADA STOCKPILE

Penulis

  • Safri Yanti Rahayu Politeknik Sinar Mas Berau Coal

Abstrak

Sebagai salah satu negara penghasil batubara terbesar di dunia, Indonesia harus memanage produksi cadangan batubara untuk memenuhi kebutuhan batubata dunia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah manajemen sstockpile. Manajemen stockpile diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas batubara agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan memaksimalkan penjualan. Monitoring tonase batubara merupakan salah satu kegiatan dalam manajemen stockpile. Penelitian ini membandingkan tonase batubara hasil pengukuran menggunakan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Terrestrial Laser Scanner (TLS). Data foto udara dan pointclouds dari pengukuran tersebut diolah sehingga membentuk Digital Terrain Model (DTM). Volume stockpile di hitung dari DTM untuk dikonversikan ke dalam tonase. Perbandingan ini dilakukan dengan cara menghitung persentase perbedaan masing – masing data dengan data truck count dan mengacu pada standar tolerasi yang ditetapkan oleh ASTM, yaitu 2,95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tonase stockpile hasil pengukuran TLS berkisar antara 5958.8ton hingga 10799.6ton. Tonase hasil akuisisi data menggunakan wahana UAV berkisar antara 7201.6ton hingga 13058.1ton. Perbandingan tonase TLS dan UAV dengan truck count menunjukkan bahwa tonase TLS dan truck count berkisar antara 0.001% hingga 0.133%. Sedangkan persentase perbedaan tonase pengukuran UAV dan truck count berkisar antara 12.8% hingga 25.4%. Berdasarkan angka tersebut, pengukuran TLS memenuhi standar ASTM sedangkan pengukuran UAV tidak memenuhi ASTM.

Kata Kunci: Tonase, Stockpile, Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Terrestrial Laser Scanner (TLS)

Diterbitkan

2023-12-21